/* Related Post List Style */ .related-postbwrap{position:relative;margin:0;padding:20px} .related-postbwrap h4{background:#fff;margin:0 0 10px 0;color:#000;font-weight:bold;font-size:140%;border-bottom:2px solid #ac6730} .related-post-style-2,.related-post-style-2 li{list-style:none;margin:0;padding:0} .related-post-style-2 li{border-top:0 solid #eee;overflow:hidden;padding:10px 0} .related-post-style-2 li:first-child{border-top:none} .related-post-style-2 .related-post-item-thumbnail{width:80px;height:80px;max-width:none;max-height:none;background-color:transparent;border:none;float:left;margin:2px 10px 0 0;padding:0} .related-post-style-2 .related-post-item-title{font-weight:bold;font-size:14px;color:#333} .related-post-style-2 .related-post-item-summary{display:block;font-size:90%;}
Harga FOB Tongkang
Kcal 63 - 61 Rp. 630
Kcal 58 - 56 Rp. 510
Kcal 55 - 53 Rp. 410
Kcal 53 - 51 Rp. 390
- Harga baru hub kami -
Apakah anda penambang atau penjual ??
..<< = Steam coal = >>..
Showing posts with label Batu Bara PT Adaro. Show all posts
Showing posts with label Batu Bara PT Adaro. Show all posts

Friday

Krisis Global Tak Mematahkan PT Adarorg Energy

Krisis Global Tak Mematahkan Semangat PT Adarorg Energy TBK ADRO

Lahan Batu Bara Adaro

JAKARTA, SELASA - Bhakti Securities meramalkan, pendapatan PT Adaro Energy Tbk (ADRO) tahun 2009 bakal meningkat menjadi Rp 21 triliun. Prediksi tersebut naik 40 persen dibandingkan prediksi tahun sebelumnya yang hanya dipatok Rp 15 triliun. “Demikian pula halnya dengan laba bersih Adaro, di mana kami memprediksi akan mengalami kenaikan sebesar Rp 1,1 triliun dari prediksi sebelumnya Rp 800 miliar,” demikian hasil riset Bhakti Securities dalam situs resminya yang dirilis hari ini.

Prediksi yang dipatok Bhakti punya alasan kuat. Pasalnya, Adaro menargetkan mampu memproduksi batubara sebesar 80 juta ton pada 2013 mendatang. Kata Bhakti lagi, emiten berkode saham ADRO ini juga sedang melakukan percepatan pengiriman dengan cara membangun conveyor dan penggilingan batubara.

Sekadar tambahan informasi, terjangan badai krisis global tak mematahkan semangat PT Adaro Energy Tbk (ADRO) dalam mempercantik kinerjanya tahun ini. Lihat saja, meski saat ini permintaan dan harga batubara semakin menurun, namun emiten berkode saham ADRO ini tetap menargetkan penjualan batubaranya sebesar 42 juta ton hingga 45 juta ton atau naik 9,48 persen dari tahun lalu. Sebagai perbandingan, kapasitas produksi tahun 2007 hanya mencapai 41,1 juta ton.

Perusahaan batubara juga ini memprediksi, sekitar 70 persen penjualan di tahun ini akan berasal dari kontrak pengiriman dengan harga jual rata-rata 52 dollar AS hingga 65 ton per ton. Harga tersebut tentu lebih tinggi sekitar 36 persen sampai 66 persen dari harga jual rata-rata batubara tahun lalu sebesar 38 dollar AS-39 dollar AS per ton.

Barratut Taqiyyah
Source : Kompas.com

Cari Batu Bara
Jual Batu Bara

>>Read More......

Adaro Beri Jaminan

PADANG,KOMPAS - Pemegang saham mayoritas PT Adaro Energy Tbk menjamin akan membeli kembali saham PT Adaro Indonesia jika kalah dalam sengketa kepemilikan saham dengan Beckkett Pte Ltd. Jaminan ini diberikan pemegang saham kepada Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. Jaminan itu diberikan sebelum pernyataan efektif penawaran umum perdana saham Adaro dikeluarkan.
Kepala Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil Bapepam-LK Nurhaida, Jumat (18/7) di Padang, mengatakan, ada empat pemegang saham mayoritas Adaro yang memberikan jaminan kepada Bapepam-LK. "Saya hanya ingat tiga di antaranya, yaitu Garibaldi Thohir, Sandiaga Uno, dan Edwin Suryajaja," kata Nurhaida.

Adapun isi jaminan yang dibuat di hadapan notaris itu, kata Nurhaida, keempat pemegang saham mayoritas akan membeli kembali saham yang dipegang oleh publik jika PT Adaro Indonesia tidak lagi berada dalam konsolidasi Adaro Energy. Jika ini terjadi, akan berpengaruh terhadap aset serta kemampuan Adaro Energy mencetak laba.

Beckkett adalah perusahaan milik Soekanto Tanoto yang mengklaim memiliki 40 persen saham di Adaro Indonesia. Sementara itu, berdasarkan dokumen yang diserahkan Adaro Energy kepada Bapepam-LK, kepemilikan Beckkett di Adaro Indonesia hanya 5,7 persen. "Dari dokumen yang ada, hanya 5,7 persen. Namun, mana yang benar, biar pengadilan yang memutuskan," kata Nurhaida.

Menurut Nurhaida, saham milik publik yang wajib dibeli keempat pemegang saham adalah saham yang dipegang oleh pihak yang tidak terafilisasi dengan Adaro dan saham yang dimiliki pihak yang jumlahnya di bawah 5 persen dari total saham Adaro yang dilepas ke publik.

Rp 12,25 triliun

Saat penawaran umum perdana, Adaro—yang merupakan perusahaan tambang batu bara terbesar kedua di Indonesia—melepas 11,139 miliar saham atau 34,83 persen dari total sahamnya ke publik. Dengan harga Rp 1.100 per saham, Adaro memperoleh dana dari penawaran umum Rp 12,25 triliun. Saat ini, saham Adaro diperdagangkan pada kisaran harga Rp 1.650-Rp 1.730 per saham.

Ditanya pada harga berapa keempat pemegang saham akan membeli kembali saham publik, Nurhaida mengatakan, harga akan ditetapkan berdasarkan peraturan tender offer yang baru. "Harga saham di pasar kan berfluktuasi. Nanti kita lihat berdasarkan aturan tender offer," ujarnya.

Mengenai apa jaminan keempat pemegang saham akan melaksanakan komitmennya membeli saham publik, Nurhaida hanya menjawab, jaminan yang ditandatangani di atas akta notaris dan itu punya kekuatan hukum.

Menanggapi Adaro yang harus melakukan tender offer, Yanuar Rizky, pengamat pasar modal, mengatakan, Bapepam-LK juga harus dapat memastikan bahwa menjelang pelaksanaan tender offer harga saham Adaro tidak dipermainkan.


REI
Source : KOMPAS

>>Read More......

Adaro Tetap Optimistis

Batu bara Adaro

JAKARTA, JUMAT — Di tengah kondisi perekonomian dunia yang masih terombang-ambing, PT Adaro Energy Tbk tetap optimistis dengan kegiatan usahanya. Anak perusahaan Adaro Indonesia ini tidak akan merevisi target harga untuk tahun 2008 dan 2009.

“Permintaan terhadap batu bara khusus kami, Envirocoal, tetap kuat, kegiatan operasional berjalan baik demikian pula dengan kondisi keuangan serta kas perusahaan. Kendati demikian, karena kondisi ekonomi yang sulit saat ini, kami harus tetap berhati-hati dalam mengelola dana dan arus kas kami," sebut Presiden Direktur Adaro Energy Garibaldi Thohir dalam laporan triwulan keempat tahun 2008 Adaro.

Menurut Garibaldi, lebih dari 95 persen penjualan perusahaan dilakukan berdasarkan negosiasi harga tahunan, dan sisanya ditetapkan berdasarkan suatu indeks. Hampir 70 persen dari seluruh pengiriman untuk tahun 2009 telah ditetapkan harganya.

Adaro memperkirakan harga rata-rata penjualan untuk Envirocoal tahun 2009 akan lebih tinggi dibandingkan tahun 2008. "Mempertimbangkan tingginya harga batu bara di tahun 2008, Pemerintah Indonesia telah meminta Adaro untuk menaikkan harga jualnya di tahun 2009 terhadap sejumlah kontrak," tambahnya.

Di triwulan keempat tahun 2008, telah memenuhi target produksi dan penjualannya untuk triwulan. "Dengan hasil kuartal keempat yang sangat baik ini berarti Adaro Energy telah berhasil memenuhi seluruh target tahun
2008-nya," sebutnya.

Total produksi Adaro pada tahun 2008 naik 7 persen menjadi 38,5 juta ton. Adapun total penjualan tahun 2008 juga mengalami peningkatan 9 persen menjadi 41,1 juta ton, yang berasal dari Adaro Indonesia adalah 39,8 juta ton.

“Kami bergembira atas pencapaian target produksi dan penjualan kami di tahun 2008, walaupun terdapat sejumlah kesulitan dan tantangan, seperti cuaca buruk di awal tahun 2008 dan memburuknya kondisi ekonomi dunia pada akhir tahun 2008. Kami akan berusaha dengan sebaik-baiknya untuk mencapai kembali target kami di tahun 2009," ungkapnya.

Adapun untuk target produksi dan penjualan jangka menengah Adaro Energy tetap, yakni 80 juta ton per tahun pada akhir tahun 2013. Namun, disebutkan, dengan adanya perubahan kondisi ekonomi global, Adaro Energy melakukan sejumlah penyesuaian untuk pencapaian target pertumbuhan ini, dengan tujuan meningkatkan nilai perusahaan bagi pemegang saham dan meminimalkan risiko.

EDJ
Source : Kompas.com

>>Read More......

Adaro Bangun Power Plant

Hemat Rp 1 Triliun, Adaro Bangun "Power Plant"
JAKARTA,RABU - Untuk menghemat biaya produksi, PT Adaro Energy Tbk akan membangun power plant (pembangkit listrik) dan conveyor (semacam ban berjalan) di lokasi tambang Adaro. Total investasi power plant sekitar 150 juta dollar AS. sedangkan untuk conveyor sekitar 300-400 juta dollar AS. Hal itu disampaikan CEO PT Adaro Boy Garibaldi Thohir dalam konferensi pers listing saham Adaro, di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (16/7).


Dikatakan Boy, pembangunan power plant tersebut akan menghemat biaya solar sampai Rp 1 triliun. "Dalam 1 tahun produksi kita membutuhkan biaya solar sebesar Rp 4 triliun, kalau ada power plant jadi Rp 3 triliun," ungkapnya.

Boy mengatakan sumber dana pembangunan infrastruktu tersebut berasal dari dana perusahaan seberas 30 persen dan 70 persen lagi dari pinjaman bank berjangka waktu 12 tahun dengan bunga 3 persen di atas LIBOR.

Pembangunan power plant akan dimulai pada tahun depan dan ditargetkan selesai dalam dua tahun. Pinjaman dari bank akan diutamakan dari bank lokal karena lebih kompetitif.

Pada kesempatan itu, Boy juga mengungkapkan Adaro menargetkan kapasitas produksi batu bara tahun 2008 ini sebanyak 30 juta ton. (C10-08)

>>Read More......

Adaro Selesaikan Akuisisi

Lahan Batu Bara Adaro
Selain memasok batu bara untuk beberapa PLTU di Pulau Jawa dan melakukan ekspor, perusahaan pertambangan PT Adaro Indonesia juga akan menggunakan batu bara produksinya untuk pembangkit listrik pertambangan itu di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan.


Selangkah Lagi, Adaro Selesaikan Akuisisi
JAKARTA, KOMPAS.com — Tinggal selangkah lagi, PT Adaro Energy Tbk (ADRO) bisa mengakuisisi dua perusahaan jasa pengangkutan batu bara (barging dan ship loading). Pekan depan, perusahaan tambang batu bara ini akan menuntaskan proses akuisisi tersebut. Jika berhasil menguasai dua perusahaan tadi, Adaro memiliki rantai distribusi batu bara yang lebih lengkap.

Adaro secara langsung akan mengoperasikan penambangan batu bara, transportasi darat, serta memiliki fasilitas pelabuhan. Sekretaris Perusahaan Adaro Andre J Mamuaya menyatakan, melalui akuisisi ini Adaro akan menghemat biaya distribusi serta menurunkan risiko pengangkutan batu bara.

Maklum, selama ini Adaro masih harus menyewa angkutan batu bara dari lokasi tambang sampai ke pelabuhan. Ongkos sewa pengangkutan batu bara tergolong mahal sehingga mengurangi keuntungan Adaro. "Dengan akuisisi ini, Adaro sudah memiliki sebagian mata rantai penting dalam distribusi batu bara," ujar Andre.

Namun, Andre belum bersedia menyebutkan identitas perusahaan barging dan ship loading yang menjadi sasaran akuisisi Adaro. Yang jelas, saat ini proses negosiasi sudah memasuki tahap akhir. "Akuisisi kemungkinan akan tuntas pada pekan depan," ujarnya.

Andre menambahkan, nilai akuisisi ini tidak lebih dari 100 juta dollar AS. Guna menutup kebutuhan pendanaan akuisisi, Adaro akan mengambil dana kasnya. Sampai Desember 2008, Adaro memiliki dana kas dan setara kas senilai Rp 2,416 triliun.

Di luar pembiayaan akuisisi, pada tahun ini Adaro juga telah menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar 120 juta dollar AS. (Yuwono Triatmodjo/Kontan)
Funder Batu Bara

Source : Kompas.com

>>Read More......

Tambang batu bara milik PT Adaro

Batu bara Adaro

Lokasi Tambang - Tambang batu bara milik PT Adaro di Tabalong, Kalsel.

Juragan Bir Filipina Berminat Miliki Saham Adaro.
JAKARTA, KOMPAS.com - Bertambah satu lagi peminat saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO) milik konsorsium Goldman Sachs. Yang terbaru, perusahaan bir asal Filipina San Miguel Corporation ikut meramaikan bursa calon pembeli saham Adaro dari tangan konsorsium yang dipimpin Goldman Sach.


Sebelumnya, Marubeni Corporation dan Tata Power kabarnya juga berniat membeli saham Adaro. Namun, tidak seperti Marubeni dan Tata Power, San Miguel secara terus terang mengakui sudah melakukan pembicaraan dengan Goldman Sach. "Ya, kami sedang bernegosiasi dengan Goldman Sachs," ujar Presiden Direktur San Miguel Ramon Ang seperti dikutip Reuters, Rabu (29/4).

Bagi San Miguel, ini kali kedua mereka meminang emiten pertambangan batu bara di Indonesia. Tahun lalu, produsen bir terbesar di Filipina itu melamar menjadi calon pembeli PT Bumi Resources Tbk (BUMI).

San Miguel masih merahasiakan persentase saham Adaro yang hendak mereka beli. Induk usaha produsen Anker Bir ini juga belum mengungkapkan harga penawarannya.

Konsorsium,pemegang saham Adaro yang beranggotakan Goldman Sachs, Citigroup, dan Faralon Goldman memiliki saham ADRO lewat initial public offering (IPO) pada Juli 2008 dan tak boleh menjual saham itu (lock up) hingga Maret 2009. Begitu periode lock up berakhir, mereka berniat menjualnya.

Goldman Sachs cs berniat menjual 17 persen atau 5,44 miliar saham Adaro. Jika merujuk kurs dolar AS sekarang dan harga saham Adaro terakhir, nilai saham itu sekitar 500 juta dollar AS.

Sebagai tambahan informasi, selama ini Goldman Sachs adalah penasehat keuangan San Miguel. Kendati bisnis inti San Miguel adalah produk makanan dan minuman, belakangan San Miguel merambah bisnis telekomunikasi dan pertambangan.

Hak Goldman Sachs

Tapi sejauh ini, Goldman Sachs masih belum membuka rencana penjualan saham Adaro ini. "Kami belum bisa bicara tentang Adaro pada saat ini," ujar Connie Ling, Hubungan Investor Goldman Sachs kepada KONTAN.

Connie justru menyatakan bahwa rencana penjualan saham Adaro masih merupakan rumor pasar yang belum tentu kebenarannya. "Sesuai kebijakan kami, kami tidak akan berkomentar atas rumor pasar," imbuh Connie.

Tapi keterangan berbeda datang dari manajemen Adaro. Menurut Sekretaris Perusahaan Adaro Andre J. Mamuaya, manajemen Adaro sudah mendapat penjelasan dari Goldman Sachs tentang rencana penjualan saham tersebut. "Kami sudah konfirmasikan kepada Goldman Sachs dan mereka membenarkannya," ujarnya.

Andre juga membenarkan bahwa Goldman Sachs Cs akan menjual 17 persen saham Adaro. Dari jumlah tersebut, Goldman Sach memiliki 9,94 persen saham Adaro.

Namun Andre menyatakan, penjualan saham tersebut merupakan hak Goldman Sachs cs. Adaro tidak memiliki kepentingan apapun sehubungan rencana penjualan saham tersebut. (Yuwono Triatmodjo/Kontan)

Source : Kompas.com

Informasi lain :
Butuh modal usaha
Funder Batu Bara
Financial Consultant

>>Read More......

Relation

Topic Relation

Send Your Offer To Us

Sell Steam Coal
Order Form / Butuh funder

Mohon maaf
apa bila menawarkan Batu Bara
mohon sertakan
> Summary Tambang
> Company profile ,
> FCO = full corporate offer
> COA , BL

Apa bila ingin meminta penawaran
mohon sertakan
LOI resmi atau Draft kotrak / draft LC

Untuk persyaratan funder :
info clik disini :
Persyaratan Funder Batu Bara

informasi lain ::
Steam Coal Price
Funder Batu Bara
Sell Steam Coal

Atau bisa kirim email
ke rcjakarta@gmail.com
Add to Technorati Favorites Digg!
Marketing Blogs - BlogCatalog Blog Directory
Share |
Custom Search

Steam Coal | Industri Dan Niaga